Apa Pesan Proxsis Consulting untuk Menghadapi 2023?

Apa Pesan Proxsis Consulting untuk Menghadapi 2023?

Perekonomian global tengah dibayang-bayangi ancaman resesi pada 2023, akibat dari kondisi krisis dunia ditambah dengan gejolak geopolitik imbas dari invasi Rusia ke Ukraina. Risiko resesi global ini akan merambah hingga belahan dunia dan Indonesia. 

Saat ini, prospek ekonomi global pada 2023 diprediksi akan gelap akibat kondisi pasar yang diselimuti ketidakpastian yang sangat tinggi. Ditambah dengan meningkatnya risiko stagflasi, inflasi, dan situasi geopolitik  internasional.

Namun, di tengah ancaman tersebut Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang cukup kuat. Terlihat bagaimana Indonesia bisa melalui dan melewati badai krisis akibat dari Pandemi Covid-19. Saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah kembali normal dan mencapai 5 persen di 2022 setelah terpuruk cukup dalam hingga -2,1 pada 2021.

Pada 2023, perekonomian Indonesia diproyeksikan masih tumbuh pada kisaran 5 persen. Sehingga efek resesi global diprediksi terlalu mengancam perekonomian Indonesia.

Menurut pakar ekonomi Chatib Basri, hal ini tidak lepas dari kemungkinan resesi global akan berdampak langsung pada sektor ekspor Indonesia. “Jika mengacu kontribusi ekspor impor terhadap PDB Indonesia yang hanya sebesar 25 persen, maka efek perlambatannya kepada Indonesia menjadi terbatas,” kata Chatib Basri.

Hal yang sama juga disampaikan oleh, Samuel Sekuritas, bahwa perekonomian Indonesia pada 2023 akan cukup berat. Namun resiko yang dihadapi oleh Indonesia cukup terbatas dibandingkan negara lain.

Di sisi lain, Indonesia juga sudah memiliki pengalaman yang dalam menghadapi dan memulihkan perekonomian dari krisis pandemi Covid-19. Terutama dengan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat menengah ke bawah yang memiliki tekanan inflasi yang cukup tinggi.

“Kontribusi PDB terbesar adalah konsumsi, yang paling besar di kalangan atas dan menengah sebesar 80 persen, sedangkan kalangan bawah hanya 20 persen. Risiko inflasi akan banyak terdampak di kalangan bawah, karenanya ada BLT dan bantuan sosial lainnya. Jadi, jika ada perburukan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh 4,3 persen di 2023,” kata Aviliani.

Baca juga:

Stand Point Proxsis Consulting di Tahun 2023

Ekonomi Indonesia akan mengalami gangguan, tetapi tetap bisa tumbuh positif. Bisnis tetap akan menggeliat di tengah ketidakpastian global dan masuknya tahun politik. Proxsis Consulting berusaha menghadirkan solusi atas perlambatan yang mungkin akan terjadi dan menyeimbangkan antara pertumbuhan sales dan profitabilitas.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Whoops, you're not connected to Mailchimp. You need to enter a valid Mailchimp API key.

Inquiry