Berikut Ini Tips Persiapan Ujian Sertifikasi IT

DSCN2477-300x225

Oleh : Bpk Herison Metinaro CISA, CISM, CIRSC*

Halo pak herison, di Proxsis IT anda salah satu Consultan Senior dan juga Trainer Exam Preparation beberapa sertifikasi. Boleh diceritakan sedikit mulai kapan bapak tertarik untuk mengambil sertifikasi IT tersebut?

Saya mulai mengambil sertifikat di tahun 2006. Saat itu masih belum banyak professional IT yang mengambil sertifikasi.

Sebagai informasi, ada 2 tipe sertifikasi untuk professional IT yang saya lihat saat ini. Yang pertama adalah sertifikat yang terkait dengan produk IT, seperti sertifikat professional untuk operating system, aplikasi, hardware, dll.

Yang kedua adalah sertifikat yang terkait dengan profesi yang ada hubungannya dengan dunia IT, seperti IS auditor, professional hacker, security manager, dll. Saya sendiri lebih cenderung untuk mengambil sertifikat yang terkait dengan profesi.

Banyak orang IT di Indonesia, namun masih banyak yang tidak aware untuk mengambil sertifikasi IT seperti bapak. Apa hal yang mendasar yang membuat bapak tertarik mengambil sertifikasi itu?

Salah alasannya adalah untuk meningkatkan self competency dan tentu saja untuk menambah daya saing terhadap tenaga professional IT yang semakin hari semakin banyak. Pada beberapa industry seperti perbankan dan telekomunikasi, sertifikat professional pada umumny sudah menjadi persyaratan dalam melakukan pekerjaannya.

Sampai saat ini sertifikasi apa saja yang bapak miliki?

Untuk sertifikat professional, saat ini saya baru memiliki 2 sertifikat yaitu CISA & CISM dari ISACA. Satu sertifikat lagi yaitu CRISC sedang dalam proses administrasi setelah dinyatakan lulus awal tahun ini.

Dari beberapa sertifikasi tersebut mana yang menurut bapak sertifikasi yang butuh perjuangan “extra”?

Semua sertifikat sebenarnya perlu perjuangan ekstra. Hanya saja seiring berjalannya waktu, untuk sertifikasi profesi akan sangat bergantung dari pengetahuan dan pengalaman kerja yang sudah didapatkan. Sehingga saya bisa katakan bahwa sertifikat pertama saya yaitu CISA yang saya rasakan paling sulit untuk didapatkan.

Berjalanya waktu, menurut pandangan bapak apakah saat ini yang mengambi sertifikasi IT berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun?

Berdasarkan informasi dari salah satu pengelola sertifikat profesi IT yaitu ISACA, professional IT yang meiliki sertifikat dari ISACA semakin banyak dari tahun ke tahun. Saya piker hal yang sama juga terjadi pada sertifikat2 yang lainnya.

Mungkin pak herison dapat menjelaskan sedikit tahapan-tahapan untuk mengikuti ujian sertifikasi tersebut?

Yang pertama adalah mendaftar untuk ikut ujian yang pastinya. Tergantung dari jenis ujiannya, pendaftaran dapat dilakukan melalui website organisasi pengelola sertifikat atau lembaga training yang bekerjasama dengan pengelola sertifikat.

Setelah itu mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian agar investasi yang dikeluarkan untuk membayar ujian tidak sia-sia.

Kemudian mengikuti ujian dan menunggu pengumuman hasil ujian. Pada beberapa sertifikat professional IT, untuk ujian yang berbasis CBT (computer based test) hasilnya dapat dilihat secara langsung. Tetapi untuk ujian yang dilakukan secara manual (dengan mengisi lembar jawaban, menjawab secara essai, dll), hasilnya biasanya menunggu beberapa minggu/bulan.

Umumnya sertifikat profesi IT mensyaratkan adanya pengalaman maupun maupun verifikasi kompetensi dari employer tempat bekerja sebelum kita bisa mendapatkan sertifikat itu. Karena itu sangat penting agar sertifikat yang diambil benar-benar sesuai dengan kualifikasi maupun pengalaman kerja kita.

Regulernya berapa Lama waktu persiapan dalam mendalami materi agar bisa lulus ujian?

Persiapan sangat tergantung dari kompetensi dan pengalaman kerja yang bersangkutan. Semakin expert dan banyak pengalaman kerja pada bidang yang akan diujikan, harusnya waktu yang diperlukan bisa semakin sedikit. Namun itu juga belum tentu menjamin kelulusan seseorang. Yang terutama adalah memahami sejauh mana gap pengetahuan anda dengan materi yang akan diujikan dalam mengambil sertifikasi. Setiap ujian pasti memberikan panduan dan guidline serta materi yang menjadi dasar dalam menjawab pertanyaan2 yang diujikan. Karena itu sangat penting untuk dapat mengetahui gap pengetahuan anda dengan materi yang diujikan.

Saat bapak menjadi Trainer untuk Exam Preparation kendala apa yang bapak sering temui dari para peserta?

Kalau terkait dengan mengambil sertifikasi biasanya pada motivasi dalam mengikuti ujian. Karena biayanya yang tidak sedikit dan tidak semua perusahaan bersedia untuk membayar biaya ujian karyawannya.

Untuk menutup wawancara ini, apakah bapak bisa berbagi tips-tips untuk pembaca agar bisa lulus ujian sertifikasi?

Beberapa tips yang saya bisa share sbb:
1. Pastikan anda mengetahui gap pengetahuan anda dengan materi yang diujikan
2. Lakukan persiapan sebaik mungkin dengan minimal membaca semua materi yang dianjurkan
3. Sebanyak mungkin melakukan simulasi ujian dengan kondisi yang mirip dengan ujian sesungguhnya. Seperti misalkan ada ujian sertifkasi yang berisi sampai dengan 250 soal dan harus selesai dalam 5 jam. Sebaiknya simulasi tersebut dilakukan untuk mempersiapkan kondisi fisik dan strategi yang perlu dibuat dalam menghadapi ujian sesuangguhnya.

*Senior Consultan Proxsis IT & Trainer Exam Preparation CISA, CISM, CIRSC