Neuro Coaching

Coaching, counseling, mentoring, facilitating, istilah yang sudah sering kita dengar dan sepertinya kita semua paham dengan maknanya, mungkin karena pernah melihat, mendengar atau bahkan mengalaminya sendiri sehingga wajar bila kita terekspos dengan kata-kata itu, serasa kita merasa paham, dan itu memang benar, karena persepsi selalu benar tergantung pada batas pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki masing-masing orang.

Bila hendak mencari tahu apa itu difinisi dari Coaching, mudah saja browsing di google dan kita akan mendapatkan begitu banyak jawaban, juga ada banyak buku dijual yang berhubungan dengan coaching, rasanya kalau hanya memuaskan rasa ingin tahu kita tentang arti coaching sangat mudah jalannya, jadi apa itu Coaching, Coach dan Coachee? Mari kita samakan persepsinya, Proses melakukan bimbingan, orang yang membimbing dan orang yang dibimbing, berarti ada dua pihak yang terlibat dalam sebuah proses pembimbingan, apakah ujungnya dari proses ini ? pasti ada hasil yang diharapkan atau ada tujuan yang hendak dicapai, sehingga sangat penting untuk mengetahui apa tujuan dilakukannya coaching, salah satu permasalahan yang sering muncul justru adalah sang Coachee sulit untuk merumuskan apa tujuan yang benar-benar paling diinginkan, dengan teknologi Neuro Coaching hal ini nanti bisa kita selesaikan dengan mudah dengan metode membentuk welform outcome (WFO).

Coaching adalah bagian penting dari fungsi seorang leader untuk mencetak leader berikutnya, apapun difinisinya pada dasarnya Coaching adalah sebuah proses perubahan, proses belajar, proses menemukan dan mengali potensi diri sesuai konteks hasil yang diinginkan.  Mengapa coaching demikian pentingnya dalam fungsi leadership? Karena untuk mengakselerasi proses perubahan, mempercepat proses belajar, membangkitkan potensi diri,

Pada proses Coaching yang sering terlupakan adalah Coachable moment, pada saat kapan coaching dilakukan, apakah hanya karena target tidak tercapai baru diberikan coaching? Kalau ini yang lebih sering dilakukan tidak heran persepsi terhadap coaching seringkali menjadi negatif, saat seseorang di panggil untuk coaching sudah gemetaran merasa sebagai tertuduh. Coaching bisa dilakukan sesuai momentunnya, misalnya mengubah seseorang dari good menjadi better, karena adanya gap kompetensi, karena adanya perubahan Culture atau values atau perubahan lainya sehingga Proses Coaching pada dasarnya bisa dilakukan setiap saat baik formal maupun informal.

Bagaimana coaching dilakukan? ada banyak metode yang di tawarkan,  ada RESOLVE, STEER, GROW,  dan sederet akronim lainnya, namun bila ingin melakukan coaching untuk transformasi, metode GROW ini dapat dijadikan referensi, metode ini sangat simple namun powerful dan sejalan dengan model transformasi, pertama adalah coachee memahami apa tujuan atau Goal yang ingin dicapai, dan saat ini Realitas nya bagaimana? seberapa besar gap yang terjadi antara Goal dan Reality, setelah ini baru pikirkan Opsi atau pilihan apa saja yang tersedia untuk mencapai tujuan, bila sudah tersedia beberapa alternative pilihan, mana yang menurut Coachee opsi yang paling baik dilakukan untuk mencapai tujuan atau dengan kata lain Willingness atau kesediaan dan komitmen coachee melakukan opsi yang dipilih hingga mencapai tujuan.

Untuk mengimplementasikan GROW model ini, sang Coach harus terlatih untuk mengajukan pertanyaan disetiap bagiannya dan mampu mendengarkan dengan cermat jawaban yang diberikan Coachee, kedengarannya mudah, memang mudah kalau tahu caranya, kebanyakan yang terjadi Coach justru yang lebih banyak bicara dan kalaupun mengajukan pertanyaan, malah membuat bingung coachee sehingga akhirnya sang coach lah yang menjawab pertanyaannya sendiri, alih-alih membimbing yang terjadi adalah menyuapi dan tanpa sadar memberi instruksi,

Melalui pendekatan NEURO COACHING, proses melakukan Coaching menjadi lebih powerful dengan menggunakan kombinasi teknik bertanya yang simple namun tajam dalam kerangka Six Neurological Level yang sesuai. Apa itu SNL (Six Neuro Logical Level)? Siapapun kita, pasti ada dalam kerangka SNL, 6 level itu adalah : Environment, Behavior, Capabilities, Believed-Values, Identity dan Connectivity /Spirituality.

UntitledBagaimana memahami konsep SNL, mari kita permudah; Anggaplah saat ini anda sedang membaca artikel di web PLC ini, didepan computer dalam ruangan ber AC,  ini adalah aspek lingkungan atauEnvironment,  saat anda membaca, sambil terus berpikir dan bertanya-tanya jadi apa bedanya Neuro Coaching dengan Coaching model lainnya sampai-sampai anda tidak menghiraukan dinginnya ruangan, atau anda mengabaikan suara-suara lain, itulah contoh bentuk Behavior / Perilaku anda pada lingkungan saat ini, anda dengan mudah memahami arti Neuro Coaching ini karena sebenarnya anda sudah pernah terlibat dalam proses coaching, mungkin pernah membaca teori tentang coaching atau pernah ikut seminarnya  dan memahami manfaatnya terlebih lagi dalam fungsi leadership, itulah Capabilitas level yang anda miliki, sebagai seorang professional dan leader anda yakin dan percaya bahwa mencetak leader baru, membimbing dan mengembangkan bawahan adalah harga mati yang harus dilakukan, inilah contoh level Believed dan Values anda pada konteks itu, andapun merasa bahwa anda adalah seorang profesional dan leader yang efektif karena mampu menjaga amanah atasan dan perusahaan dan dikenal sebagai leader yang visioner, kreatif mencari solusi dan tak henti mengembangkan diri dan orang lain untuk mencapai manfaat secara ekologis, inilah level Identitas, sebagai leader anda ingin dikenal sebagai apa? dan pada tingkatan yang lebih tinggi yaitu Connectivity atau spiritualitas adalah “beyond self”, bahwa keberadaan  kita sebagai leaders sudah merupakan sebuah misi hidup sehingga tanpa lelah kita terus menebar manfaat bagi banyak orang dan masyarakat yang lebih luas.

Berangkat dari pemahaman ini, maka dengan mudah peserta kita ajak untuk pandai membuat pertanyaan dan hemat pernyataan untuk membantu sang Coachee mengungkap potensi diri, karena sebagai Coach percaya bahwa sukses seorang coach adalah bila sang coachee mendapatkan pemahaman baru dan bersemangat melakukan perubahan untuk mencapai tujuan tanpa harus terus tergantung pada sang Coach, dan tanpa anda sadari saat ini anda telah mengalami sendiri apa ituNEURO-COACHING.

Objective Program :

untuk mengakselerasi proses perubahan, mempercepat proses belajar, membangkitkan potensi diri, dengan metode GROW  dan sejalan dengan model transformasi, dengan tujuan memahami Goal yang ingin dicapai dan Realitas, seberapa besar Gap yang terjadi antara Goal dan Reality, serta Opsi agar Willingness atau kesediaan dan komitmen coachee hingga tercapai tujuan.

Durasi Training :

2-6 Days, depend on program selection, such as initial assessment, progress monitoring and impact review