Self Leadership With Personal Power

Leader dan leadership adalah dua hal berbeda namun sangat erat berkaitan, sama seperti kata salesman dan salesmanship, kedua kata ini mengindikasikan dua hal, kata yang pertama adalah pelakunya dan kata yang kedua adalah karakteristik yang menjadi cirri pelakunya, seseorang yang sudah memiliki leadership tentu bias menjadi leader didalam kontek siapapun, apakah itu di level personal, social atau profesional, sehingga memiliki karakter leadership adalah hal pertama harusdiketahui dan dipelajari, kita percaya bahwa pada dasarnya semua orang adalah leader, meskipun belum mempunyai anak buah, minimal dia harus mampu memimpin dirinya sendiri dulu sebelum mampu memimpin orang lain, leader memang dapat dibentuk dan dikembangankan dan semuanya dimulai dengan mempelajari bagaimana menjadi pemimpin bagi diri dengan efektif atau biasa disebut Self leadership, Self impowerment,Personal power, Personal excellence, Professional effectiveness, atau istilah lain yang sejenis yang pada dasarnya adalah kemampuan untuk me “manage” dan me “lead” diri sendiri.

Ada banyak pendekatan yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan ini, dengan teknologi NLP (Neuro Linguistic Programming) dan berbagai teori kepemimpinan hal ini dapat dikombinasikan menjadi sebuah program pelatihan yang mampu menjawab tantangan bagaimana mentransform diri menjadi seorang pemimpin yang efektif, yang memiliki karakteristik: akuntabel artinya memiliki initiatif, proaktif untuk berani mengambil tanggung jawab, memiliki visi dan tujuan yang jelas, memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan, memiliki fleksibilitas atau kemampuan untuk mencari solusi secara kreatif, mampu bertindak secara kongruen antara pikiran, perasaan dan perilaku, mampu memilih tujuan dan tindakan yang bermanfaat secara ekologis, mampu membangun rapport atau hubungan dengan diri sendiri dan orang lain.

Perlu proses panjang dan bertahap untuk mampu menguasai berbagai skill penting ini, perjalanan menuju self leadership dapat dibagi menjadi tiga tahapan, tahap pertama adalah personal awareness, kemudian personal mastery dan puncaknya adalah personal power, bagaimana memahami hal ini dengan mudah? Bayangkan anda saat ini sedang berada dibelakang kemudi mobil, anda menyadari keberadaan anda, instrument didepan anda, seluruh bagian kendaraan yang anda kendarai, kemampuan dan keterbatasan yang ada pada kendaraan, anggaplah mesin sekarang sudah hidup, selanjutnya terserah kepada pengemudi mobil ini hendak dijalankan kearah mana, ada banyak pilihan didepan sana, jalan mana yang ingin ditempuh, hambatan apa yang bakal dihadapi, mana rute terbaik dan tercepat, berapa lama waktu tempuhnya, anda sebagai pengemudilah yang memilih dan memutuskan. Sama seperti diri kita, kesadaran diri atau self awareness ibaratnya pengemudi dan bagian tubuh kita ibaratnya adalah mobil yang hendak dikendarai.

dADadTahap personal awareness adalah membangun kesadaran diri, artinya secara sadar mengenali dan mengendalikan kesadaran yang anda miliki dan memerintahkan otak melalui kata-kata yang anda pilih untuk melakukan suatu tindakan, sama seperti metaforik kendaraan, singkatnya adalah menyadari keber “ada” diri misalnya dalam kontek ssebagai professional, untuk meningkatkan kemampuan mengenali kesadaran diri ini, bias mulai dengan sebuah presuposisi, bahwa “Setiap orang mengendalikan otak dan pikirannya sendiri, sehingga ia bertanggung jawab terhadap hasilnya” kalimat sederhana ini bila diterima maka sebagai seorang professional perlu memahami bagaimana otak memproses informasi sehingga anda tahu bagaimana mengolah persepsi misalnya untuk mendapatkan makna professional yang sesungguhnya, bagaimana mengendalikan kesadaran dan mengarahkannya pada tujuan, bagaimana mengenali sumber daya yang ada dalam diri untuk dimobilisasi sepenuhnya mencapai tujuan, bagaimana mengendalikan pikiran agar tetap focus pada tujuan, tetap positif menghadapi hambatan, memacu otak untuk mampu berpikir kreatif dan inovatif untuk mencari solusi terbaik, bagaimana membuat tujuan yang diterima oleh pikiran dan diamini oleh hati, bagaimana memilih respon yang memberdayakan apapun situasi diluar sana karena tidak semua factor eksternal 100 persen ada dalam kendali kita, namun kita bias membuat bahwa proses didalam pikiran 100 persen ada dalam kendali diri sehingga apapun situasinya, kesadaran diri mampu memilih persepsi dan menghasilkan emosi yang ber “energipositif” , itu semua ada tahap personal awareness, yaitu kemampuan mengarahkan emosi, mengendalikan sumberdaya dalam diri dan keteguhan diri untuk mencapai tujuan.

Tahap selanjutnya adalah personal mastery, yaitu bagaimana menjadi master dalam mem “manage” dan me “lead” diri sendiri, sama seperti metaforik mobil tadi, bagaimana anda dengan penuh percaya diri mampu menguasai mobil yang anda kendarai bermanuver dalam berbagai situasi dan kondisi jalan apapun yang dihadapi dan tetap focus untuk mencapai tujuan, dan tahap Personal Power adalah kemampuan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar dengan menetapkan tujuan yang lebih menantang dan lebih besar impact nya, mampu menempatkan diri secara efektif pada berbagai peran yang berbeda-beda, mampu mengambil keputusan dari berbagai alternative pilihan yang kadang sangat sulit namun tetap harus dipilih dan diputuskan dengan mempertimbangkan manfaatnya secara ekologis dan etis.

Objective Program :

Agar mampu menjadikan pemimpin sebagai role model, mampu berkomunikasi secara persuasif, mampu secara kreatif dan inovatif mencari solusi terbaik seperti layaknya seorang entrepreneur, mampu memberi perhatian untuk mengembangkan anak buah melalui Coaching yang efekti,  mampu mengendalikan emosi negative melalui kekuatan reframing, mampu mengarahkan energi positif pada tim kerjanya dan mampu secara fleksibel menggunakan potensi kekuatan otak kiri dan kanannya secara seimbang serta memiliki kekuatan waking hypnosis, sehingga menampilkan karisma yang menginfluence.

Durasi Training :

2-6 Days, depend on program selection, such as initial assessment, progress monitoring and impact review