GTN Data Center Telah Berstandar Internasional

PT Graha Teknologi Nusantara (GTN), anak usaha PT Multipolar Teknologi Tbk yang fokus pada layanan pengoperasian dan pengelolaan pusat data (data center), menjadi perusahaan data center pertama di Indonesia yang memperoleh setifikasi ANSI/TIA-942:2014 Rated 3 pada September 2016. Sertifikasi dari Enterprise Product Integration Pte Ltd (EPI) tersebut membuktikan bahwa GTN memiliki semua kualitas yang dibutuhkan oleh pelanggan.

Tjejep Dharmawan, vice president sales GTN, mengungkapkan, persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi ANSI/TIA-942:2014 Rated 3 sangat ketat. Berbeda dengan standar lembaga komersial lainnya, manajemen GTN pun sangat bangga karena berhasil meraih sertifikasi bergengsi tersebut.

“Untuk mendapat sertifikasi ini, kami harus memenuhi empat kategori utama, yaitu telekomunikasi, electrical, arsitektural, dan mekanikal (cooling). Ini semua kami penuhi, dan berhasil meraih sertifikasi Rated 3,” kata Tjejep di Jakarta, Jumat (15/9).

Menurut dia, dengan mendapat standar sertifikasi Rated 3, kepercayaan pelanggan terhadap data center GTN semakin menguat. Pasalnya, pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan secara world class. Dengan menggunakan sertifkasi Rated 3, GTN memperoleh penilaian yang lebih lengkap dan terpercaya dibandingkan dengan bentuk sertifikasi lain.

“Kami memilih sertifikasi TIA, karena dengan menggunakan standar Rated 3 tentu lebih memenuhi keinginan pelanggan. Kami percaya, apa yang kami bangun di data center benar-benar dikhususkan untuk data centerdan juga dapat memberikan pelayanan yang maksimal ke pelanggan,” ujarnya.

Tjejep menyampaikan, GTN Data Center yang terletak di kawasan Lippo Cikarang, Jawa Barat, dari sisi arsitektur memiliki kapasitas sebanyak 1.000-1.200 rak dalam area 1.000 square meter. Perseroan menargetkan kapasitas yang tesedia mencapai 2.000 square meter yang akan terus dibangun ke depan.

“Berdasarkan standar Rated 3, per square meter harus bisa menampung beban seberat 1 ton. Dan itu sudah kami lakukan, karena memang arsitektur yang kami bangun dirancang untuk data center, mulai dari kualitas bangunan dan juga semua arsitkturnya. Jadi, dengan 1.000 square meter yang sudah dibangun sekarang, maka bisa menampung beban sebanyak 1.000- 1.200 rak,” ungkap Tjejep.

Sementara itu, dalam memberikan sertifikasi ISO, BSI didampingi oleh mitranya, Proxis Consulting Group. Sebuah perusahaan konsultan yang membantu menyiapkan GTN untuk mendapatkan sertifikasi. Proxis mengadakan pendampingan, pelatihan, dan workshop kepada top managementhingga down management GTN.

“Kami lakukan pendampingan dan sosialisasi dari top level sampai down level, dari top management sampai office boy. Karena, mereka yang sehari-hari di sana, di area fasilitas yang krusial. Itu supaya mereka bisa berkontribusi terhadap implementasi sertifikasi,” jelas Rolando, director Proxis IT.

Rolando menjelaskan, proses pendampingan kepada GTN sangat diperlukan. Karena, terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum mendapatkan sertifikasi. Proses audit juga dilakukan sangat ketat, sehingga intensitas dalam pendampingan pun sangat dibutuhkan.

Menurutnya, layanan penyedia data center di mana sebagaian besar pelanggannya memiliki aset-aset kritis yang datanya diproses dan dialirkan ke dalam banyak ser ver. Karena itu, kriteria antisipasi tanggap darurat seandainya terjadi gangguan perlu dikotrol dengan ketat. Hal tersebut terkait dengan risiko aspek kerahasiaan, integritas, dan aspek ketersediaan sebuah informasi.

“Karena, informasi sudah tidak ada batasan di era digital saat ini. Kriteria kita mengacu kepada standar ISO 9001 dan 27001. Proses pendampinga juga membutuhkan effort yang luar biasa dari para pemangku kebijakan,” pungkas Rolando.

Sementara itu, sertifikat PCI DSS 3.2 melengkapi sejumlah sertifikat jaminan kualitas layanan GTN Data Center yang telah didapat sebelumnya. GTN Data Center sudah mendapatkan sertfikasi ANSI/TIA-942:2014 Rated 3 dari Enterprise Product Integration Pte Ltd (EPI) pada November 2016 serta ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001:2013 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi dari British Standards Institution (BSI) pada Mei 2017.

PCI DSS digagas oleh lima lembaga keuangan, yaitu American Express, Visa Inc, MasterCard, Discover Financial Service, dan JCB International. Control Case sebagai lembaga yang mengeluarkan sertifikasi memiliki klien di berbagai Negara yang mayoritas dari sektor perbankan, dan dengan tingkat kerumitan lebih tinggi dibandingkan pelanggan di sektor lain, seperti payment gateway, merchant, dan data center.

GTN Data Center telah menerapkan standar kualitas Jepang yang didukung penuh oleh Mitsui serta memanfaatkan perangkat keamanan terkini, telah mengoperasikan layanan Co-location Services, Integration Services, IT Consultancy Services, dan Data Center Managed Services bagi sektor finansial, pemerintahan, pendidikan, manufaktur, dan telekomunikasi.

Keunggulan GTN Data Center memanfaatkan dua sumber listrik dari Cikarang Listrindo dengan dua gardu terpisah untuk menjamin pasokan listrik yang stabil. GTN Data Center juga telah menggunakan teknologi diesel rotary uninterruptible power supply (DRUPS) untuk meminimalisasi gangguan suplai listrik dari sumber listrik utama, sehingga menjadi salah satu pertimbangan pelanggan dalam memilih layanan GTN Data Center.

Sumber: id.beritasatu.com

 

No comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: