Pengembangan Dokumentasi Rencana Pemulihan Bencana ISO 22301 PT New Priok Container Terminal One

Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara, yang menangani lebih dari setengah volume total Indonesia, telah kelebihan beban selama bertahun-tahun. Pengembangan New Priok akan membawa fasilitas pelabuhan di Jakarta setara dengan pelabuhan kelas dunia lainnya dan menyediakan peluang konektivitas jaringan baru untuk jalur pelayaran. Ini akan secara signifikan memperkuat daya saing rantai logistik Indonesia dan mengarah ke lingkungan perdagangan yang lebih baik.

PT New Priok Container Terminal One (NPCT1) adalah fase pertama dari New Priok Development dan memulai operasinya pada 18 Agustus 2016. Perusahaan ini dimiliki oleh 4 (empat) pemegang saham Pelindo II (IPC); Mitsui & Co., Ltd .; PSA International Pte Ltd; dan Nippon Yusen Kabushiki Kaisha (NYK Line). Dalam prosesnya NPCT 1 juga harus melakukan identifikasi strategi BCMS dan menjalankan BCMS, bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih perusahaan agar mempunyai ketahanan dalam operasional bisnis kritikal, sehingga apabila terjadi bencana atau gangguan proses operasional bisnis tersebut akan tetap berjalan. salah satu standar untuk mengindetifikasi BCMS adalah dengan ISO 22301.

Standar ISO 22301 merupakan standar di bidang Business Continuity Management System (BCMS). Pada survei yang dilakukan oleh Business Continuity Institute (BCI, 2012), 85% dari 613 responden yang berasal dari 60 negara, menyatakan bahwa standar ISO 22301 dapat menyediakan common language dalam menjalankan proses BCMS, antara pelanggan, suplier dan untuk keperluan internal. Standar ISO 22301 mengidentifikasi dasar-dasar sistem manajemen kelangsungan bisnis, membangun proses, prinsip dan terminologi manajemen kontinuitas bisnis. Standar ini antara lain, bertujuan untuk dapat memberikan dasar acuan bagi suatu perusahaan atau organisasi, agar dapat memahami, mengembangkan dan menerapkan manajemen kelangsungan bisnis pada suatu organisasi, sehingga dapat memberikan keyakinan kepada seluruh stakeholder perusahaan atau organisasi bahwa perusahaan atau organisasi tersebut dapat terus beroperasi walaupun sedang mengalami keadaan bencana
Kegiatan yang dilakukan pada NPCT1 adalah pengembangan dokumentasi rencana pemulihan bencana berdasarkan dengan klausul atau kategori yang telah ditetapkan di ISO 22301. Tahapan nya:

a. Awareness untuk Senior Management Team
b. Penentuan scope dan obyektif
c. Melaksanakan Workshop BIA
d. Penyusunan dan dokumentasi BCP
e. Pengujian dan evaluasi BCP

Adanya rencana pemulihan bencana untuk membantu organisasi mengembalikan atau memulihkan fungsi dari bagian organisasinya yang rusak setelah terjadinya bencana atau gangguan. Business Continuity Management (BCM) adalah suatu keharusan untuk melatih perusahaan agar memiliki ketahanan dalam operasional bisnis kritikal, ini merupakan factor penting apabila terjadi disaster pada perusahaan. Strategi yang harus dimiliki perusahaan adalah penetapan kebijakan, pengembangan dokumen plan (BCP, CMP) dan implementasi resource yang di perlukan dalam rangka continuity tersebut.

Source: Sandy Hirdianto – Junior Consultant IT

No comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: