Proxsis Mendukung Peningkatan Kinerja Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)

Bawaslu mencanangkan penerapan sistem manajemen mutu berstandar sertifikasi International Standardization Organization (ISO) 9001:2015. Melalui penerapan ISO 9001:2015 ini, Bawaslu berupaya untuk menjadi lembaga negara modern yang memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Sekretaris Jenderal Bawaslu RI Gunawan Suswantoro menjelaskan, penerapan sistem kendali mutu dalam penyelenggaraan Pemilu merupakan kemajuan besar bagi pembangunan bangsa. “Sebagai lembaga penyelenggara Pemilu, Bawaslu perlu memberikan pelayanan publik yang terbaik,” ujar Gunawan dalam Rapat Kick Off & Initial Assessment Action Plan Penerapan ISO 9001:2015 di Kantor Bawaslu, Jumat (6/7/2018).

Gunawan melihat lembaga lain yang sukses dengan perubahan pelayanan publik melalui sistem kendali mutu. “Bawaslu melayani pengaduan masyarakat, menyelesaikan sengketa, memberikan data kepemiluan jika ada orang meminta. Dengan adanya kendali mutu, dapat mendorong Bawaslu memberikan pelayanan publik yang terbaik, tercepat, dan sempurna,” ujar Gunawan.

Lebih lanjut, Gunawan meminta kepada seluruh jajaran Bawaslu dari pusat hingga daerah untuk meningkatkan pelayanan publik. “Tidak ada kata tidak bisa. Bagi saya, semua bisa. Bawaslu bisa berubah lebih baik dengan memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.(Bawaslu.go.id)

Penandatanganan secara simbolis komitmen bersama Gunawan Suswantoro, Sekjend Bawaslu didampingi oleh Roni Sutrisno, Derektur Proxsis Consulting Group dan Ashary Zulkarnain, Kepala Badan Sertifikasi ICIcert

Dalam mengimplementasi QMS (Quality Management System) harus menjadi keputusan strategis bagi organisasi dan dipengaruhi oleh perubahan dalam konteks tersebut. Perubahan dalam konteks dapat dikaitkan dengan tujuan spesifiknya, risiko yang terkait dengan konteks dan tujuannya, kebutuhan dan harapan pelanggannya dan pihak terkait lainnya, produk dan layanan yang diberikannya, kompleksitas proses yang dilakukan serta kompetensi dari SDM.

Konteks organisasi mencakup faktor internal seperti budaya organisasi, dan faktor eksternal seperti kondisi sosial-ekonomi dimana perusahaan beroperasi. ISO 9001:2015 menyatakan bahwa organisasi perlu menunjukkan kemampuannya secara konsisten dalam menyediakan produk dan layanan yang memenuhi persyaratan peraturan dan peraturan pelanggan yang berlaku dan bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

Bersama tim yang akan membantu Bawaslu dalam mengimplementasi QMS

Setiap pihak yang berkepentingan yang tidak relevan dengan sistem manajemen mutu tidak perlu mempertimbangkan. Menentukan hal apa saja yang relevan atau tidak relevan bergantung pada kemampuan organisasi secara konsisten, dengan menyediakan produk dan layanan yang memenuhi persyaratan peraturan dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Organisasi dapat memutuskan untuk menentukan kebutuhan dan ekspektasi yang akan memenuhi sasaran kualitasnya. Namun, berdasarkan kebijakan organisasi apakah perlu menerima persyaratan tambahan untuk memberikan kepuasan kepada pihak yang berkepentingan diluar dari standar tersebut?

Klausul ini mewajibkan organisasi untuk menentukan isu dan persyaratan yang dapat berdampak pada perencanaan sistem manajemen mutu. Pihak yang terlibat tidak dapat melampaui lingkup ISO 9001. Mempertimbangkan dampak kemampuan organisasi dengan konsisten menyediakan produk dan layanan yang memenuhi persyaratan peraturan sesuai dengan tujuan organisasi yaitu meningkatkan kepuasan pelanggan.

No comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: