Satu Dekade Synergi Solusi, Para Pengusaha Harus Matang Petakan Kerawanan Bencana

JAKARTA- Bencana tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di berbagai belahan dunia. Para pengusaha diminta tak khawatir dalam mengembangkan bisnisnya hanya karena potensi musibah di suatu daerah.

Hal ini diungkapkan Fahmi Munsah Ismail saat membawakan materi “Membangun Kapasitas dan Kapabilitas Kesiapsiagaan Perusahaan Dalam Menghadapi Bencana” di D Hotel Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

Acara tersebut diselenggarakan Synergy Solusi dalam rangka memeriahkan HUT ke-10 Synergy Solusi, sekaligus Gathering Alumni.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi keselamatan dan keamanan kerja ini, terus berupaya meminimalisir risiko-risiko yg dapat mengganggu proses bisnis dalam suatu perusahaan. Satu diantaranya adalah kerawanan bencana.

Menurut Fahmi, salah satu cara yang perlu dilakukan pengusaha dalam mengantisipasi bencana, yakni menjalin kerja sama atau patnership dengan institusi-institusi penanganan dan penanggulangan bencana.

“Dalam hal ini saya mengambil contoh, pola yang diterapkan National Incident Management Agency. Ini bisa saja diadopsi untuk Indonesia, mengingat negara kita rawan bencana,” kata Fahmi dalam paparan materinya. Selain itu, pelaku bisnis juga harus berhitung terkait manajemen risiko di daerah mereka. Semisal, perlunya kalkulasi terkait pencegahan-persiapan bencana, dan respons-mitigasi bencana. “Setiap perusahaan harus memperhitungkan ini semua,” ujarnya.

 

Bencana yang melanda sebuah daerah atau negara, tak lantas membuat para pengusaha urung mengembangkan bisnis mereka. Sebaliknya, pengusaha harus merancang bagaimana agar usahanya tetap berjalan meskipun bencana datang.

Dua hal yang harus menjadi pegangan para pengusaha, pertama jangan sampai operasional berhenti total. Kedua, upaya perbaikan harus segera dilakukan agar bisnis segera pulih dari musibah tersebut dalam waktu singkat. “Jangan menyerah mengembangkan usaha meski berada di lokasi rawan bencana,” tambah Fahmi.

Terkait HUT ke-10 Synergy Solusi, Fahmi menyatakan, “Ujian berat bagi perusahaan ini sudah berhasil dilewati. Kini tinggal bagaimana bisa tumbuh lebih besar, serta memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan bangsa Indonesia”.

Bagi Fahmi, tiga kata yang menggambarkan Synergy Solusi adalah Kreatif, Bernilai Tambah, dan Sustainable.

Sementara itu, Chief of Innovation Proxsis Group, Rudi Maulana mengatakan, untuk bertahan hingga 10 tahun merupakan hal yang tidak mudah. Secara statistik, hanya ada satu banding seribu perusahaan yang mampu eksis. “Jadi ini prestasi dan kerja keras yang luar biasa. Semoga sampai berumur 100 tahun,” ujar Rudi.

Ke depannya, Rudi berharap, Synergy Solusi bisa lebih berkembang. Fokus pada urusan keamanan, karena di bidang ini sampai kapanpun selalu dibutuhkan oleh manusia, terkait keselamatan, kesehatan dan lingkungan.

“Pertama saya ucapkan selamat untuk Synergy Solusi yang mencapai 10 tahun. Terakhir satu kata untuk Synergy Solusi yaitu Market leader,” tutup Rudi.

No comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: