H2S_Scavengers_Welcome_Image.ashx_

H2S adalah rumus kimia dari gas Hidrogen Sulfida yang terbentuk dari 2 unsur Hidrogen dan 1 unsur Sulfur. Satuan ukur gas H2S adalah ppm ( part per milion ) atau % ( 1 % = 10.000 ppm ). Gas H2S disebut juga gas telur busuk, gas asam, asam belerang atau uap bau.

PROSES  TERJADINYA GAS H2S

Gas H2S terjadi karena proses alami sebagai produk ikutan dari penguraian / dekomposisi  zat-zat organik oleh bakteri atau karena sengaja dibuat.

     SIFAT FISIK DAN KARAKTERISTIK GAS H2S

  1. Gas H2S mempunyai sifat fisik antara lain:
  1. Karakteristik gas H2S diantaranya adalah:

BATAS KONTAMINASI H2S

Batas kontaminasi H2S adalah nilai ambang batas yang dimaksudkan sebagai pedoman standar paparan H2S untuk dapat bekerja dengan selamat.

  1. Menurut ACGIH , TLV-TWA / Threshold Limit Value-Time Weighted Average : didefinisikan sebagai jumlah / konsentrasi rata-rata gas dalam ppm yang diperkenankan untuk pemaparan selama 8 jam sehari atau 40 jam seminggu.

TLV – TWA  H2S : 10 ppm

  1. TLV – STEL (Treshold Limit Value – Short Term Exposure Limit ) adalah jumlah rata-rata gas dalam ppm yang dapat diterima seseorang dalam waktu 15 menit tanpa suatu efek kesehatan jangka panjang.

TLV – STEL H2S : 15 PPM

LOKASI SUMBER H2S

Gas H2S dapat ditemukan di daerah gunung berapi, sumber belerang, minyak / gas bumi, lokasi pembuangan limbah industri, peternakan atau pada lokasi pembuangan sampah.

Khusus pada aktivitas dalam bidang minyak/gas, H2S kemungkinan dapat  ditemukan pada aktivitas – aktivitas diantaranya:

PENGARUH H2S TERHADAP MANUSIA DAN PERALATAN

Aktivitas dalam bidang minyak dan gas sangat berpotensi terhadap munculnya gas H2S yang merupakan jenis gas  beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, sehingga dengan mengetahui bahaya gas H2S, akan dapat dilakukan hal – hal yang berhubungan dengan perencanaan dan program Keselamatan, Kesehatan dan Lindung Lingkungan.

PENGARUH H2S TERHADAP MANUSIA

Gas H2S adalah gas beracun yang tidak berwarna dan hanya dapat dikenali dari baunya pada konsentrasi rendah. Kondisi tersebut tentunya sangat membahayakan kesehatan dan jiwa seseorang yang terpapar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat bahaya gas H2S terhadap manusia, diantaranya adalah:

Tabel 1. Tingkat konsentrasi H2S dan efek fisik gas H2S

Tingkat H2S (PPM) Efek pada Manusia
0.13 Bau minimal yang masih terasa
4.6 Mudah dideteksi, bau yang sedang
10 Permulaan iritasi mata
27 Bau yang tidak enak dan tidak dapat ditoleransi lagi.
100 Batuk, iritasi mata dan kehilangan rasa penciuman setelah 2 sampai 5 menit
200 – 300 Ditandai dengan konjunktivitis (pembengkakan mata) dan iritasi sistem pernafasan setelah 1 jam kontaminasi.
500 – 700 Kehilangan kesadaran cessasi ( berhenti atau berhenti sejenak) sistem respirasi dan kematian
1000-2000 Ketidaksadaran seketika, dengan cessasi awal pernafasan dan kematian dalam beberapa menit. Kematian dapat terjadi meskipun korban segera dibawa ke udara terbuka

Sumber : American National Standards Institute (ANSI Standard No. Z37.2-1972)

Efek fisik gas H2S pada tingkat rendah dapat menyebabkan terjadinya gejala-gejala sebagai berikut:

Pengaruh H2S terhadap tubuh manusia dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. pada saat H2S terhirup lewat saluran pernafasan, maka gas H2S akan mengiritasi selaput lendir yang menutupi saluran nafas. Iritasi ini akan meliputi bagian hidung, tenggorokan dan pada jaringan paru-paru.
  2. dalam kondisi normal, di dalam paru – paru, oksigen akan diserap ke dalam darah dan ditransportasikan ke seluruh tubuh oleh Haemoglobin ( sel darah merah ). Jika seseorang menghirup udara yang telah tercampur dengan gas H2S maka komposisi oksigen didalam darah akan tergantikan oleh H2S, sehingga akan terjadi kekurangan oksigen pada sel tubuh. Aliran darah yang membawa H2S akan mengalir sampai ke otak dan akan menyerang pusat pengendali sistem pernafasan dan lumpuhnya syaraf indera penciuman,
  3. H2S yang tercampur dengan air pada paru-paru akan menghasilkan asam lemah. Asam lemah didalam paru-paru akan menyebabkan paru-paru melepuh dan bengkak. Akibat fatalnya adalah paru-paru akan melemah dan berhenti bekerja, sehingga seseorang dapat hilang kesadaran dan meninggal.

     PENGARUH H2S TERHADAP PERALATAN

Selain berpengaruh dan menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia, H2S juga berpengaruh terhadap peralatan logam karena H2S bersifat korosif pada logam. Pada prakteknya untuk aktivitas bidang minyak dan gas, kondisi tersebut dapat terjadi pada pipa – pipa saluran atau pada tanki – tanki logam, sehingga diperlukan penganganan khusus untuk menghindari korosi yang akan berakibat pada keretakan atau kebocoran. Selain itu H2S juga akan menyebabkan karat besi sulfida / Ferrous sulfide (FeS) pada logam besi. FeS tersebut bersifat phyroporic, yang jika bereaksi dengan oksigen di udara akan menghasilkan panas.

Sumber: http://h2ssafety.blogspot.co.id/

PROSES  TERJADINYA GAS H2S

Gas H2S terjadi karena proses alami sebagai produk ikutan dari penguraian / dekomposisi  zat-zat organik oleh bakteri atau karena sengaja dibuat.

     SIFAT FISIK DAN KARAKTERISTIK GAS H2S

  1. Gas H2S mempunyai sifat fisik antara lain:
  1. Karakteristik gas H2S diantaranya adalah:

BATAS KONTAMINASI H2S

Batas kontaminasi H2S adalah nilai ambang batas yang dimaksudkan sebagai pedoman standar paparan H2S untuk dapat bekerja dengan selamat.

  1. Menurut ACGIH , TLV-TWA / Threshold Limit Value-Time Weighted Average : didefinisikan sebagai jumlah / konsentrasi rata-rata gas dalam ppm yang diperkenankan untuk pemaparan selama 8 jam sehari atau 40 jam seminggu.

TLV – TWA  H2S : 10 ppm

  1. TLV – STEL (Treshold Limit Value – Short Term Exposure Limit ) adalah jumlah rata-rata gas dalam ppm yang dapat diterima seseorang dalam waktu 15 menit tanpa suatu efek kesehatan jangka panjang.

TLV – STEL H2S : 15 PPM

LOKASI SUMBER H2S

Gas H2S dapat ditemukan di daerah gunung berapi, sumber belerang, minyak / gas bumi, lokasi pembuangan limbah industri, peternakan atau pada lokasi pembuangan sampah.

Khusus pada aktivitas dalam bidang minyak/gas, H2S kemungkinan dapat  ditemukan pada aktivitas – aktivitas diantaranya:

PENGARUH H2S TERHADAP MANUSIA DAN PERALATAN

Aktivitas dalam bidang minyak dan gas sangat berpotensi terhadap munculnya gas H2S yang merupakan jenis gas  beracun yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, sehingga dengan mengetahui bahaya gas H2S, akan dapat dilakukan hal – hal yang berhubungan dengan perencanaan dan program Keselamatan, Kesehatan dan Lindung Lingkungan.

PENGARUH H2S TERHADAP MANUSIA

Gas H2S adalah gas beracun yang tidak berwarna dan hanya dapat dikenali dari baunya pada konsentrasi rendah. Kondisi tersebut tentunya sangat membahayakan kesehatan dan jiwa seseorang yang terpapar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat bahaya gas H2S terhadap manusia, diantaranya adalah:

Tabel 1. Tingkat konsentrasi H2S dan efek fisik gas H2S

Tingkat H2S (PPM) Efek pada Manusia
0.13 Bau minimal yang masih terasa
4.6 Mudah dideteksi, bau yang sedang
10 Permulaan iritasi mata
27 Bau yang tidak enak dan tidak dapat ditoleransi lagi.
100 Batuk, iritasi mata dan kehilangan rasa penciuman setelah 2 sampai 5 menit
200 – 300 Ditandai dengan konjunktivitis (pembengkakan mata) dan iritasi sistem pernafasan setelah 1 jam kontaminasi.
500 – 700 Kehilangan kesadaran cessasi ( berhenti atau berhenti sejenak) sistem respirasi dan kematian
1000-2000 Ketidaksadaran seketika, dengan cessasi awal pernafasan dan kematian dalam beberapa menit. Kematian dapat terjadi meskipun korban segera dibawa ke udara terbuka

Sumber : American National Standards Institute (ANSI Standard No. Z37.2-1972)

Efek fisik gas H2S pada tingkat rendah dapat menyebabkan terjadinya gejala-gejala sebagai berikut:

Pengaruh H2S terhadap tubuh manusia dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. pada saat H2S terhirup lewat saluran pernafasan, maka gas H2S akan mengiritasi selaput lendir yang menutupi saluran nafas. Iritasi ini akan meliputi bagian hidung, tenggorokan dan pada jaringan paru-paru.
  2. dalam kondisi normal, di dalam paru – paru, oksigen akan diserap ke dalam darah dan ditransportasikan ke seluruh tubuh oleh Haemoglobin ( sel darah merah ). Jika seseorang menghirup udara yang telah tercampur dengan gas H2S maka komposisi oksigen didalam darah akan tergantikan oleh H2S, sehingga akan terjadi kekurangan oksigen pada sel tubuh. Aliran darah yang membawa H2S akan mengalir sampai ke otak dan akan menyerang pusat pengendali sistem pernafasan dan lumpuhnya syaraf indera penciuman,
  3. H2S yang tercampur dengan air pada paru-paru akan menghasilkan asam lemah. Asam lemah didalam paru-paru akan menyebabkan paru-paru melepuh dan bengkak. Akibat fatalnya adalah paru-paru akan melemah dan berhenti bekerja, sehingga seseorang dapat hilang kesadaran dan meninggal.

     PENGARUH H2S TERHADAP PERALATAN

Selain berpengaruh dan menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia, H2S juga berpengaruh terhadap peralatan logam karena H2S bersifat korosif pada logam. Pada prakteknya untuk aktivitas bidang minyak dan gas, kondisi tersebut dapat terjadi pada pipa – pipa saluran atau pada tanki – tanki logam, sehingga diperlukan penganganan khusus untuk menghindari korosi yang akan berakibat pada keretakan atau kebocoran. Selain itu H2S juga akan menyebabkan karat besi sulfida / Ferrous sulfide (FeS) pada logam besi. FeS tersebut bersifat phyroporic, yang jika bereaksi dengan oksigen di udara akan menghasilkan panas.

Sumber: http://h2ssafety.blogspot.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ask Proxsis ?